Ekspektasi Etis dari Anggota DPR

October 5, 2009

Kasdin Sihotang

Tanggal 1 Oktober 2009, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2009-2014 dilantik. Pelantikan itu merupakan momen legitimasi bagi anggota DPR sekaligus titik berangkat untuk memulai tugas mulia sebagai wakil rakyat. Pelantikan itu tentunya bukan kegiatan seremonial yang bertujuan menghambur-hamburkan uang negara, melainkan harus dipandang sebagai momen yang bermakna etis. Makna etis momentum ini dilatarbelakangi oleh dua hal berikut. Read more »

Filsafat Manusia: Upaya Membangkitkan Humanisme

September 2, 2009

Judul                           : Filsafat Manusia: Upaya Membangkitkan Humanisme

Penulis                         : Kasdin Sihotang

Penerbit                       : Kanisius, Yogyakarta, 2009

Tebal                           : 166 halaman

Harga                          : Rp 35.000

Filsafat manusia_1Resume Buku 

“Persoalan kemanusiaan semakin banyak dan semakin kompleks. Ironisnya, ilmu pengetahuan dan teknologi, yang pada hakikatnya bertujuan untuk memberikan solusi atas masalah hidup manusia, ternyata banyak memberi andil bagi munculnya persoalan-persoalan humanisme.

Para pelaku ekonomi mengabsolutkan keuntungan di atas segala-galanya sehingga menghalalkan segala cara dalam perolehannya. Tidak bisa dinafikan, politik yang episteme-nya diletakkan pada kekuasaan yang mengedepankan uang dan kedudukan, membuat para politisi buta akan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam bingkai pola pikir seperti itu manusia dengan begitu mudah dijadikan objek. Keinginan, selera, kekuasaan, dan keuntungan diutamakan; dan pemenuhannya dilakukan dengan segala cara. Ini menyebabkan tergerusnya humanisme dewasa ini.

Buku Filsafat Manusia: Upaya Membangkitkan Humanisme berupaya membangkitkan kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan, dengan tekanan pokok pada pemahaman mengenai beberapa dimensi humanitas, yakni manusia sebagai makhluk individual dan personal, sebagai makhluk sosial, mampu memilih, berpengetahuan, menyejarah dan membentuk diri serta dunia melalui pekerjaan” ( sampul belakang).

Filsafat “Memberi”

June 16, 2009

Oleh Kasdin Sihotang

“Hiduplah untuk  memberi sebanyak-banyaknya, dan bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.”

(Dikutip dari Film Laskar Pelangi)

kasdin_1Bagi penulis, kalimat yang dikutip di atas merupakan ungkapan yang karikatur_1sangat bernas dari film Laskar Pelangi, sebuah film yang mendapat perhatian serius dan luas dari masyarakat, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan jajaran kabinetnya, tahun lalu. Dari awal hingga akhir film, kalimat bernas tersebut diucapkan oleh Pak Harfan (yang diperankan oleh Ikranagara) sebanyak dua kali dengan intonasi yang sangat meyakinkan dan berwibawa.

Kutipan di atas memiliki arti yang sangat mendasar serta aktual dengan konteks situasi sosial sekarang secara global maupun lokal. Atas alasan itulah penulis menempatkannya sebagai titik pijak refleksi etis di kolom etika ini. Read more »

PERADILAN MILITER DI BAWAH KEKUASAAN KEHAKIMAN DI INDONESIA: STUDI TENTANG KEDUDUKAN DAN YURISDIKSINYA

March 31, 2009

OLEH: MAYOR DR.TIARSEN BUATON, SH.,LLM

ABSTRAK

(Tulisan dibawah ini merupakan abstark dari  Disertasi Tarsen Buaton yang berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan senat Guru Besar fakultas Hukum UI dibawah pimpinan Dekan fakultas Hukum UI Prof.Dr. safri Nugraha, S.H.,LL.M. Tiarsen Buaton lulus dengan yudisium sangat memuaskan, dan menjadi seorang doktor pertama dalam bidang Ilmu Hukum Militer. Bertindak sebagai promotor Prof. Dr. Satya Arinanto, S.H., M.H. dengan ko-promotor Prof. H. Mardjono Reksodiputro, S.H., M.A. dan Dr. Agus Brotosusilo, S.H., M.A. Para penguji terdiri atas Prof. Dr. Sri Soemantri M, S.H., Prof. Dr.Andi Hamzah, S.H., Prof. Dr. Valerine J. L. Kriekhoff, S.H., M.A. dan  Dr. Jufrina Rizal, S.H., M.A.).

Sistem peradilan militer yang berlaku di dunia berbeda-beda antara satu negara dengan negara lain. Ada ahli yang menggolongkan sistem peradilan militer didasarkan pada tiga sistem  hukum yang berlaku di dunia ini, yaitu common law system, roman law system dan socialist law system. Namun beberapa ahli yang lain menggolongkan sistem peradilan militer berdasarkan kewenangan mengadili atau jurisdisksi dari pengadilan militer itu sendiri menjadi empat golongan yaitu
(1) peradilan militer mempunyai yurisdiksi bersifat umum,
(2) Peradilan militer mempunyai yurisdiksi umum yang berlaku secara temporer, Read more »

RANCANG BANGUN ASRAMA KATOLIK

March 12, 2009

Dikembangkan dari Sharing pengalaman reflektif tentang Asrama Katolik

Oleh: Nikolas Simanjuntak

niko-s_lg1Asrama adalah sebuah kawah candradimuka untuk FORMATIO KAUM MUDA. Tapi mungkin saya subyektif juga. Karena  saya pun pernah dibesarkan di Asrama. Termasuk dulu pernah satu tahun di Asrama putra Pakkat ketika masih zaman ‘purba kala’ dengan fasilitas ‘asal peak di podoman’. Dari asrama Pakkat itu saya melanjut ke Seminari…. Selama di Bandung pun saya hidup di Asrama GMKI. Dan lagi, saya baru saja kembali dari kunjungan di Kefamenanu pulau Timor yang selama satu minggu sambil kerja pendampingan profesi, tapi juga refreshing spiritualitas dengan doa-doa harian Brevir bersama para Frater calon Fransiskan Conventual. Mereka juga sedang membina ratusan putra-putri anak bangsa ini yang saya perkirakan sebagian dari mereka akan menjadi kader pimpinan masyarakat di masa depan. Hasilnya akan nampak sekitar 20-30 tahun yang akan datang..

Asrama Putra Katolik Pakkat

Namun di Kefa itu, kami juga berdiskusi keras atas sharing pengalaman saya beberapa tahun yang lalu bersama Rekan-rekan Jesuit, yang pada sekitar awal tahun 1990-an tampaknya mereka berpendapat kuat SUDAH TIDAK ZAMANNYA ke depan model pendidikan berasrama. Karena itu banyak asrama yang dulu mereka bina, lalu dibubarkan kemudian diganti dengan model komunitas lain yang terbuka untuk pengalaman multi-kultural masyarakat plural. Read more »

“MENGINTIP CALEG-CALEG KATOLIK ” DALAM PEMILU 2009

February 18, 2009

Oleh Vincensius Sihombing*)

                             Lukisan Panorama Pedoman arah

Amat interesan membaca Menjemaat KAM Edisi Nomor 1 XXXI Januari 2009. Betapa tidak, sebagai ungkapan praksis dari Konsili Vatikan II, dan tentu saja menuju perealisasian hasil Sinode V Keuskupan Agung Medan yang telah berlangsung awal Desember 2008 yang baru lalu, Hirarki Gereja KAM kita menulis beberapa artikel berkaitan dengan politik, khususnya PEMILU 2009 yang akan datang. Read more »